Artikel

Bahaya hujan Asam Akibat Sampah Tidak Terkelola

10 Jan 2024 Ahmad Muzaqi

Hujan asam terbentuk ketika gas dan partikel polutan di udara bereaksi dengan air. Gas dan partikel polutan yang dimaksud adalah kandungan sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx). Di udara sulfur dioksida dapat berubah menjadi asam sulfit yang membentuk awan dan kemudian menjadi hujan asam. Salah satu ciri-ciri dari hujan asam adalah ketika Ph air hujan berada dibawah 5,6. Hujan asam dapat terjadi karena polusi yang dihasilkan oleh kegiatan industri, pembangkit listrik, gas buang kendaraan bermotor, hingga amonia yang dihasilkan oleh aktivitas pertanian.

Sampah yang tidak terkelola dengan baik juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya hujan asam. Hal ini karena pembakaran sampah yang tidak terkelola dengan baik akan menghasilkan gas sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx). Sampah organik yang tidak terurai dengan baik juga akan menghasilkan gas metana (CH4) dan kemudian bereaksi dengan oksigen di udara dan menghasilkan CO2 dan air. Jika reaksi ini tidak sempurna, maka gas-gas seperti karbon monoksida (CO) dan nitrogen oksida (NOx) dapat terbentuk. Padahal gas SO2 dan NOx tersebut merupakan penyebab utama terjadinya hujan asam.

Bahaya hujan asam bagi lingkungan dan manusia

Hujan asam sangat berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Ketika Hujan asam terjadi, maka air asam tersebut akan meresap ke tanah dan membuat tanah menjadi tandus, serta mematikan mikroorganisme yang ada di dalam tanah. Hal ini bisa berdampak pada pengurangan kualitas dan kesuburan tanah. Selain itu air dari hujan asam yang menyentuh tumbuhan dapat mengikis jaringan epidermis terutama bagian kloroplas pada daun sehingga kemampuan fotosintesis tumbuhan tersebut akan berkurang.
Terkait dengan dampaknya terhadap manusia, hujan asam mempengaruhi kesehatan melalui beberapa cara yaitu efek jangka pendek karena menghirup udara yang tercemar berat, efek jangka panjang karena menghirup udara yang tercemar sedang atau ringan, efek tidak langsung karena terpapar logam berat seperti alumunium dan logam berat lain yang terbebaskan dari tanah yag memiliki pH rendah, akumulasi logam berat melalui rantai makanan dan terlarutnya logam berat dari pipa air yang terbuat dari timbal atau tembaga. Secara umum hujan asam dapat menyebabkan masalah kesehatan pernapasan seperti asma, bronkitis, dan pneumonia. Selain itu hujan asam juga dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan sistem kardiovaskular.

Oleh karena itu, mari kita mulai mengurangi sampah yang dihasilkan dengan menggunakan barang yang ramah lingkungan serta mengelola sampah secara bertanggung jawab. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan serta memilah sampah sesuai jenisnya agar lebih mudah masuk ke industri daur ulang. Dengan menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan, maka kita sudah berkontribusi terhadap pengurangan potensi hujan asam.


Sumber:

1. http://perpustakaan.menlhk.go.id/pustaka/images/docs/KOMPAS_27_11_2014_HujanAsam.pdf
2. https://medialingkungan.com/beberapa-wilayah-indonesia-diduga-terindikasi-hujan-asam/
3. https://www.liputan6.com/hot/read/4592923/penyebab-hujan-asam-di-indonesia-ketahui-dampak-dan-proses-terjadinya
4. Erni, M. (2007). Dampak dan pengendalian hujan asam di indonesia.Jurnal Kesehatan Masyarakat, II (1).
5. www.unep.org